Empat Hal yang Bisa Dilakukan di Kawasan Wisata Mandeh, Setetes Surga di Pesisir Selatan Sumatera Barat

Kerinduan akan kampung halaman nan indah terbayar sudah. Setahun tidak mengunjungi ranah Minangkabau, menjadikan saya rindu banget untuk bercengkrama dengan keindahan pantai nya. Dan Alhamdulillah terbayar berlipat ganda karena dikesempatan kali ini saya mengunjungi Raja Ampatnya Sumatera Barat.

Kesempatan kali ini saya akan jalan-jalan ke salah satu spot nol mdpl yang mulai terkenal beberapa bulan lalu di Sumatera Barat. Siapa yang  tidak kenal dengan Kawasan Wisata Mandeh? Sebuah kawasan objek wisata menyajikan panorama laut nan indah dengan luas nya ± 18.000 Ha.

Dan berikut kegiatan seru yang dapat dilakuin di Kawasan Wisata Mandeh, diantaranya

1.FUNCAMP DI PULAU KAPO-KAPO

Perjalanan saya di mulai dengan funcamp di Pulau Kapo-Kapo, Kawasan Wisata Mandeh. Untuk menuju Pulau Kapo-Kapo, kita akan melewati Hutan Bakau yang begitu rapi dan sangat cocok untuk dijadikan background berfoto ria atau hanya sebatas menikmati keindahannya.

Pulau Kapo-Kapo adalah sebuah pulau yang berada sebelah barat, sudah berpenghuni, dan sudah ada aliran listrik. Lain halnya dengan Pulau Marak (pulau paling barat kawasan ini) sama sekali belum ada aliran listrik dan air bersih. Awalnya sih saya dan teman-teman lainnya mau camping di Pulau Marak, tapi Pak Judan (Nelayan yang saya pakai jasanya) melarang kesana untuk bermalam dan mendirikan tenda karena Pulau Marak belum penghuni dan hewan liar seperti ular dan monyet masih suka iseng. Untuk mengurangi hal yang tidak diinginkan makanya gue memutuskan untuk camping di Pulau Kapo-kapo saja. Pulau Kapo-Kapo juga menyediakan fasilitas penyewaan rumah penduduk dengan kisaran harga 100-200ribu per malam nya. Disamping itu, di pulau ini sudah ada Mushalla untuk umat muslim menjalankan kewajibannya.

Setelah sempat sebelumnya menikmati sinar kuning merona matahari tenggelam, saya menghabiskan malam dengan cara berapi unggun bersama teman-teman lainnya. Tenda, api unggun, taburan bintang di langit, menjadikan malam itu begitu sempurna.

Esok harinya saya memulai hari dengan berenang santai di sekitar Pulau, karena memang air nya yang biru jernih sangat cocok kalau lo hanya sekedar berendam dan snorkling santai. Namun tetap hati-hati, kalau belum jago buat berenang, jangan main terlalu ke tengah laut. Karena tidak ada sama sekali petugas yang mengawasi kita disini.

Sebelum meninggalkan pulau ini nanti kita akan di tagih uang masuk Pulau sebesar Rp 10.000 per orangnya. Tidak apa-apalah terhitung untuk pembangunan pulau.

2. KEINDAHAN PULAU CUBADAK

Pulau Cubadak adalah sebuah salah satu pulau besar di gugusan pulau-pulau wisata mandeh. Keindahaannya begitu sempurna, dan ketika melihat resort nya, saya berasa ada di Ora-Ora Beach, Maluku. Kenapa tidak? Pemandangannya hampir sama.

Tapi sayang, pesona Pulau Cubadak hanya bisa saya lihat dari jauh. Sempat bertanya-tanya, kenapa Pak Judan tidak membawa saya ke pulau satu ini? Ada apa dengan pulau ini? Kenapa pulau ini terlihat berbeda dengan pulau-pulau lainnya? Tidak berani rasanya saya bertanya langsung ke Pak Judan. Saya simpan pertanyaan itu, dan akhirnya terjawab setelah sempat browsing. Ternyata resort-resort di Pulau Cubadak itu dikelola oleh investor asal Italia. Pastinya kalau mau berkunjung harus bayar uang masuk lagi, dan kemungkinan mahal.

Namun, waktu saya melewatin pulau nan indah ini, saya melihat sekelompok diver yang mau melakukan penyelaman di depan resort ini. Nah ini saya anggap sebagai salah satu kegiatan yang bisa dilakuin di Pulau Cubadak.

3. PULAU SETAN TIDAK SE-SERAM NAMANYA

Pulau Setan adalah nama dari sebuah pulau yang ada di gugusan pulau-pulau di Kawasan Wisata Mandeh. Banyak penjual di pulau satu ini, dari es kelapa muda, gorengan, dan beberapa makanan ringan di jual disini. Ada juga yang menjual souvenir wisata mandeh seperti gantungan kunci, kaos, dan lain lain.

Kegiatan apa yang dapat dilakukan disini? Mulai dari bermain-main ombak dibibir pantai, snorkling dan bahkan freedive. Karena saya kemarin itu belum mahir freedive nya, saya hanya sebatas foto-foto ria sambil bermain air dibibir pantai.

4. MELOMPAT SETINGGI 20 METER DI PULAU SIRONJONG KETEK

Cliffjump adalah kegiatan yang patut kamu coba jika berkunjung ke Pulau Sironjong Ketek. Kegiatan yang memacu adrenalin ini membuat saya ketagihan walaupun itu kemarin itu perdana saya terjun langsung ke laut lepas dari tebing dengan ketinggian 20 meter.

 

Pengalaman saya dan teman-teman saat itu sangat berkesan karena ada beberapa orang dari kami yang awalnya takut untuk mencoba, namun akhinya berhasil mengalahkan ketakutannya masing-masing. Karena menurut saya, ketakutan mencoba hal baru itu hanya sebatas ketakutan pikiran sementara. You try it, then you will know!

Sebenarnya masih ada beberapa pulau lagi yang dapat kamu kunjungi di Kawasan Wisata Mandeh ini. Diantaranya, Pulau Sironjong Gadang, dan Pulau Marak. Dikarenakan perjalanan gue kemarin dibatasi waktu, sehingga belum sempat bercengkrama dengan keindahan pulau-pulau tersebut. But it’s okay, its mean i have to comeback to explore.

Where:

Kawasan Wisata Mandeh terletak di Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat

How to get there :

Pulau-pulau di kawasan wisata mandeh itu begitu mempesona dan sangat recommended untuk dikunjungi. Untuk bisa berkeliling dari satu pulau ke pulau lain, banyak pilihan yang bakal saya tawarin, diantaranya :

  1. Kamu bisa pake Agent Travel dari Kota Padang, silahkan cari di daerah Muaro Kota. Kabarnya, biaya untuk satu boat nya itu mencapai Rp 3.000.000 an / 10 orang  for one day trip nya include makan siang.
  1. Pilihan kedua nya, kamu bisa pakai kapal nelayan dari daerah Sungai Pisang , Bungus. Soal harga sih saya gak tau pasti. Mungkin kisaran 1 juta an kali yaa, atau mungkin bisa lebih.
  1. Pilihan ketiga adalaah pilihan gue, datang langsung ke Kampung Mandeh. Sewa kapal nelayan dengan tarif Rp 1.000.000 untuk 2 Days 1 Night Trip, tergantung kesepakatan kita sama nelayannya. Dan ini ada kontak Pak Judan +622381720007 yang bakal bantu kalian untuk sewa kapal yang mau berkeliling di pulau-pulau tersebut.

Naaah.. Hubungin Pak Judan aja, bapaknya baik banget dan ramah. Sewaktu sampai di rumah Pak Judan, saya disuguhin segelas sirup merah merona yang segeeer banget dan yang pastinya gratiiiis tiiiis tiiis hahaa. Rumah Pak Judan berada di dekat Jembatan Kampung Mandeh dan satu hal yang kalian harus ketahui para travellers, untuk mencapai kampung mandeh itu mengikuti jalan disepanjang sisi laut di Puncak Mandeh guys, terus aja telusuri jalan yang belum di aspal itu, kisaran 20 Km dari Puncak Mandeh. Kalau bawa mobil hati-hati yaa jalannya naik turun dan masih berbatu-batu, ntar mobil mewah lu rusak lagi hahaa.. Kalau bawa motor juga hati-hati, kalau lagi panas, panas banget, dan kalau hujan, pasti nya licin. Be Careful !

Tips :

  1. Kalau mau camping, pastikan peralatan camping  aman, dan logistik bisa kamu beli di Swalayan di Kota Padang, karena memang tidak ada swalayan sepanjang perjalanan kesini. Kalau tidak kamu bisa beli di pasar-pasar tadisional di daerah bungus.
  2. Kamu bisa charging baterai kamera dan handphone di Pulau Kapo-Kapo .
  3. Kamu bisa offroad ataupun trail sepanjang perjalanan dari Puncak Mandeh ke Kampung Mandeh, karena jalurnya sangat cocok.
  4. Pastikan bensin sudah full sebelum memasuki Puncak Mandeh. Karena selama perjalanan dari Puncak Mandeh ke Kampung Mandeh tidak ada yang jual bensin eceran, apalagi Pom Bensin hehe.
  5. Hindari musim hujan.
  6. Jangan lupa Sunblock.

Rincian pengeluaran :

  1. Sewa kapal Rp 1.000.000 dibagi 10 orang = Rp 100.000
  2. Tarif masuk Pulau Kapo-Kapo = Rp 10.000

TOTAL : Rp 110.000 diluar logistik dan bensin.

5 Comments on “Empat Hal yang Bisa Dilakukan di Kawasan Wisata Mandeh, Setetes Surga di Pesisir Selatan Sumatera Barat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *