Menikmati Hangatnya Sinar Mentari Pagi di Kamar 506 Grand Puri Saron (Tinggal Standart Sosrowijayan Malioboro) Yogyakarta

Hallooo Yogyakarta! Wah udah lama banget nih saya gak melimpir ke Kota Gudeg yang super terkenal dengan Jalan Malioboro nya ini. Kota yang sangat saya rindukan. Kota yang tidak pernah bosan untuk saya kunjungi. Berkali-kali ke Yogyakarta, berkali-kali juga di buat terpesona oleh budaya kerahmah-tamahan warga lokalnya. Ahhhh betah banget deh kalau udah bahas kota yang sering disebut juga sebagai Kota Keraton ini.

Tepat pada 14 April 2016 pukul 15:15 wib lalu, kereta Lodaya yang saya tumpangi sudah tiba di stasiun tujuan, wow super excited untuk bersantai-santai di Yogjakarta. Tidak terlalu banyak planning untuk explore alamnya, bersantai-santai sembari bertemu denganteman-teman menjadi prioritas dalam kunjungan saya ke Yogyakarta kali ini.

Sedikit cerita, dua hari sebelum keberangkatan ke Yogjakarta, saya memilih pemesanan hotel melalui web Tinggal.com. Saat itu, saya langsung menghubungi salah satu CS dari Tinggal.com untuk membantu saya memproses reservasi di Hotel Cakra Kembang yang ada di Jalan Sleman Yogjakarta. Namun, saat check in di Hotel Cakra Kembang saya mengalami kesulitan. Pihak Cakra Kembang telah menghubungi Tinggal.com untuk mengkonfirmasi kalau Hotel Cakra Kembang saat long weekend maupun libur nasional tidak menerima booking online melalui platform apapun, dan saat itu Hotel Cakra Kembang sudah full booked  untuk semua room type nya.

“Lalu kenapa ada email confirmation yang masuk ke saya saat reservasi ya?” ujar saya ke resepsionis di Cakra Kembang.
“Iya mas, ada komunikasi yang tidak tersampaikan kepada kami, Pihak Tinggal mengirimkan reservasi ke sales marketing nya Cakra, tapi sampai saat ini, reservasi itu tidak sampai ke kami mas” ujarnya.

“Bukannya saya udah booked dua hari yang lalu mba?” saya heran.

“Iya mas, kami memang tidak menerima booking online saat libur nasional seperti ini mas, ini sudah kedua kalinya terjadi sama pihak Tinggal, dan kami sudah menyampaikan kalau untuk proses bookingan kamr, silahkan langsung book ke reservasi aja, jangan ke sales marketing kami” kata mba resepsionis menjelaskan sembari mempersilahkan saya untuk meminum welcome drink yang sudah disajikan.

Tidak lama dari percakapan diatas, akhirnya saya menerima telepon dari pihak Tinggal, permintaan maaf dari pihak Tinggal atas kesalahan ini dan pihak Tinggal akan bertanggungjawab mengganti rugi dengan mencarikan hotel terdekat dan mendapatkan  fasilitas lebih dari sebelumnya.

Wah ini patut di apresiasi nih bentuk solusi yang diberikan oleh pihak Tinggal kepada saya. Tapi sayangnya, saya harus mengabiskan waktu tiga jam lebih untuk mendapatkan konfirmasi ulang dari Tinggal. It’s mean Yogjakarta sudah gelap. Hotel penggantinya di pindahkan ke Hotel Grand Puri Saron yang ada di Malioboro. Tepatnya di Jalan Sosrowijayan No.70 Yogyakarta.

Tapi eiiits, jika mau booking hotel ini melalui web Tinggal.com, nama yang harus kalian cari adalah Tinggal Standard Sosrowijayan Malioboro. Jadi saat masuk ke webnya, pilih Kota Yogyakarta dan cari nama Tinggal Standard Sosrowijayan Malioboro. Atau bisa di search langsung Tinggal Standard Sosrowijayan Malioboro. High recommended jika mengunjungi Kota Yogyakarta.

Tidak lama dari konfirmasi kalau hotel pengganti sudah ready, Mas Irfan dari reservasi Hotel Grand Puri Saron menjemput dan mengantarkan saya dari Hotel Cakra Kembang ke Hotel Grand Puri dengan mobil. Ini adalah salah satu bentuk permohonan maaf dari pihak Tinggal yang harus saya apresiasi juga.

Sesampai di Hotel Grand Puri Saron, saya langsung melakukan proses check in . Dan saat sampai di lobby saya sangat kagum sama kerahmahan resepsionis dan pegawai lainnya disini. Tidak butuh waktu lama untuk check in, saya langsung diantarkan menuju lantai 5 kamar 503. Sebelumnya saya sudah sempat di mention sama Mas Irfan kalau kamar 503 memiliki view terbaik dengan jenis kamar Suite Room yang dimiliki oleh hotel ini.

Apa? Suite Room? Bukannya saya kemarin itu pesan kamar standar di hotel sebelumnya ya? Wah rejeki nomplok nih abis kena masalah di proses check in malah dikasih kamar yang totally saya suka banget sama view dan desainnya. Lagi dan lagi ini adalah bentuk permohonan maaf dari pihak Tinggal. Awalnya saya sempat kesal, tapi malah semakin repect sama star up satu ini.

Tidak terlalu banyak kegiatan malam itu, hanya sekedar mencari makan malam di angkringan yang tidak terlalu jauh dari hotel. Mungkin ini karena saya sudah kangen rasanya sama suasana malam di jalan Malioboro sehingga saya memutuskan untuk mencari makan diluar dan menikmati kota yang sudah lama saya rindukan ini. Sehabis makan, saya kembali ke kamar dan menanti pagi.

Esok harinya. And you know what? I got some suprise here. Dari jendela kamar, sinar mentari pagi begitu mempesona dengan background kota yang tenang. If you want to know what I got, let’s check it out!

Matahari membangunkan saya dari mimpi indah, entah mimpi lagi exploring dimana atau ngapain juga saya sudah lupa saat itu. Saya sangat suka dengan kamar ini! Karena dari dulu saya memang suka sama tempat tinggal/rumah yang menghadap matahari terbit. Seolah-olah ada energi baru setiap pagi yang menyeruak untuk penghuni nya. Begitu pula dengan kamar ini, saya sampai kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan apa yang saya rasa saat itu. Mungkin kalian yang membaca bisa melihat betapa bahagia nya saya pagi itu dari foto-foto ini.

Intinya saya dibikin kagum pagi-pagi sama view dari hotel bintang tiga ini. Ternyata apa yang dibilang Mas Irfan semalam benar banget! Kamar ini memiliki view keren dengan pemandangan sunrise yang tampak dari jendelanya. Grand Puri Saron Boutuque Hotel berada dipusat Kota Yogyakarta. Butuh waktu 3 menit ke Malioboro, 5 menit ke Keraton, 4 menit ke Pasar Bringharjo, 6 menit ke Taman Sari, 45 menit ke Gunung Merapi, dan 1 jam ke Pantai Parangtiritis. Waaah bener-bener letaknya sangat strategis ya!

Setelah menikmati hangat sinar mentari pagi itu, saya siap-siap untuk sarapan di Mawar Saron Resto yang berada di lantai 2 dekat sama lobby. “This resto is presented with 80 seats, warm, cozy, atmosphere Asian one, Europan and Indonesian.”

 

Untuk menu makanan memang tiap harinya sama, tidak jauh berbedanya. Tapi dari segi rasa, enak dan bikin nagih! Menu favorite saya di hotel ini adalah bubur ayamnya. Super enak banget! Sampe nambah broooo hehehe.

Satu hal lagi yang saya sangat suka dengan hotel ini, kamar mandinya luas bangets dan nyaman. Bisa mandi ramean haha. Bath up sama shower terpisah. Design nya sangat simple dan elegan, kebersihan pun sangat diperhatikan, dan yang terpenting amenities dikamar mandi lengkap.  Jikapun seandainya tamu disini lupa bawa peralatan mandi saat menginap, tetap aman kok.

Dan ada uniknya nih hotel ini, tempat tidur dan perintilan lainnya terpisah. Jadi seolah-olah jika kita masuk dalam kamar ini, ada 3 ruangan. Diantaranya ruangan kamar tidur, ruangan perkakas (lemari, kaca, dan perintilan lainnya) serta ruang kamar mandi. Desain nya begitu unik ya. Saya sangat suka dengan desain seperti ini karena saat tidur membuat kita sangat nyaman tanpa terlihat perkakas yang berserakan ini itu dalam satu ruangan. Kamar tidur memang harusnya di desain se-simple mungkin. Good!

3 hari 2 malam di hotel ini membuat saya semakin jatuh cinta sama Yogyakarta. Eh 3 hari 2 malam? Iya? Berarti keesokan pagi nya nikmatin sunrise lagi dong? Hmmmmm iyaa doong. Nih saya kasih liat lagi sunrise di hari kedua hehe

Nah ! Bener banget, di hari kedua saya request untuk di bikinin breakfast dan dianterkan ke kamar. Dan karena semua orang yang bekerja di Hotel Grand Puri ini baik banget, mereka meng-iya-kan permintaan saya dan terjadilah foto keren ini. Kebayang gak sih, sambil nikmatin momen matahari terbit, sambil ngopi dan sarapan seperti ini? Sungguh nikmat Tuhan yang patut disyukuri.

Abis dari Hotel Grand Puri Saron ini, saya akan lanjut staycation ke Hyatt Regency Yogyakarta ! Baca yaaa ceritanya juga.

11 Comments on “Menikmati Hangatnya Sinar Mentari Pagi di Kamar 506 Grand Puri Saron (Tinggal Standart Sosrowijayan Malioboro) Yogyakarta”

  1. Wah kompensasi yang baik sekali dari Tinggal.com ya atas “kekeliruan” sebelumnya. Btw itu foto dari atas tempat tidur pake tripod dan timer atau difotoin orang ya? haha

Leave a Reply to Rinanda Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *