Melongok Keindahaan Serpihan Surga Air Terjun Tumpak Sewu nan Mempesona

Wah kalau sudah mendengar kata Lumajang, pasti otak ini sudah mengarahkan ke satu titik, Air Terjun Tumpak Sewu. Sudah lama saya melihat foto-foto keren dari air terjun yang super cuamik ini di instagram. Iya benar, air terjun ini sempat viral di social media dikarena keindahaan alam yang dimilikinya, namun akses kesana kabarnya lumayan ekstrim. Benarkah se-ekstrim seperti yang ada difoto-foto itu? Lalu bagaimana dengan perjalanan saya dari Jakarta untuk menikmati tetesan air terjun ini?

Air Terjun Tumpak Sewu terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo Lumajang. Tepatnya di perbatasan Kabupaten Malang – Kabupaten Lumajang. Ada dua akses untuk menuju air terjun ini. Akses lainnya dari Malang. Namun, perjalanan kali ini akan menceritakan bagaimana saya bercengkrama dengan air terjun yang tampak gagah ini melalui pintu akses Lumajang.

Berikut saya paparkan perjalanan yang super seru menuju mini niagaranya Indonesia ini.

Setelah semua tim Pesona Lumajang dari Kementerian Pariwisata berkumpul di Bandara Soekarno Hatta sejak pukul 5:30 wib pagi, perjalanan akan dilanjutkan menuju Kota Surabaya untuk transit selama 1 jam. Dari Kota Surabaya kami akan terbang lagi menuju Kota Jember. Setibanya di Bandara Notohadinegoro di Kota Fashion yang terkenal itu, langit super cerah seakan menyambut kedatangan saya dan teman-teman lainnya.

Dalam perjalanan dari Jember menuju Air Terjun Tumpak Sewu

Mobil Elf siap membawa kami untuk menempuh perjalanan kurang lebih 2.5 sampai 3 jam dengan jarak 65 km dari bandara menuju Desa Sidomulyo, gerbang dimana kami bisa menyaksikan setiap debit air yang turun dari Air Terjun Tumpak Sewu itu. Sesampainya di Desa Sidomulyo, ternyata sudah sore. For your information guys, tidak boleh sebenarnya untuk memasuki kawasan Air Terjun Tumpak Sewu lebih dari pukul 15:00 wib. Namun, saat itu kami di pandu sama kuncen nya Air Terjun ini, Pak Karim atau sering dipanggil Bang Dul. Bang Dul terlihat sangat ramah, dan mempersilahkan kami untuk bersantai sejenak di warungnya, ada sajian teh hangat serta salak prono rebus. Super duper membantu bangets buat mengembalikan energi yang sempat ilang selama perjalanan.

“Serpihan Surga Air Terjun Tumpak Sewu Memang Ada”
Petunjuk jalan seperti ini sangat berguna!
Disini biasanya disedikan ojek untuk mengantarkan sampai panorama.

Dari gerbang utama sudah tepajang dengan gagahnya baliho yang berukuran sangat besar dengan tulisan “Serpihan Surga Air Terjun Tumpak Sewu Memang Ada”. Melihat baliho itu, saya semakin tidak sabar untuk menyaksikan langsung serpihan surga tersebut. Saya langkahkan kaki searah dengan petunjuk jalan yang telah dibikin sama petugas disana. Butuh waktu kisaran 5-10 menit jalan kaki untuk bisa sampai ke spot yang dinamakan Panorama. Nah, di ticketing sebenarnya di sediakan ojek untuk mengantarkan para pengunjung sampai ke panorama, dengan tarif Rp 5.000,- saja. Namun, kami lebih memilih untuk berjalan kaki.

Perjalanan menuju Panorama
Selamat Datang di Panorama!

Dari sisi ini, saya dapat menyaksikan betapa megahnya Air Terjun Tumpak Sewu ini. Pantas saja dibilang mini niagara nya Indonesia, atau seribu air terjun. Lihat saja sendiri buktinya dari foto-foto berikut!

Pemandangan yang super mewah! Foto by : @sendy.a
Duduk disini sembari ngopi kaya nya asik ya ! Foto by : @sendy.a

15 menit kami habiskan waktu untuk melihat betapa wah nya air terjun tumpak sewu ini dari ketinggian. Sudah tidak sabar rasanya untuk turun ke bawah dan merasakan secara langsung dingin nya air yang mengucur dari tebing setinggi 130 meter itu. Bang Dul mengajak kami untuk segera turun agar tidak terlalu larut nanti disananya. Saya dan rombongan memulai untuk trekking melewati tangga tradisional yang dibikin dari susunan bambu yang tampaknya sudah mulai rapuh.

“Air terjun ini udah diresmikan sejak 13 Maret 2015 lalu mas” ujar Bang Dul kepada saya.

“Lantas, pembuatan jalan kebawah ini sejak kapan mas ?” tanya saya.

“4 bulan sebelum itu”, balas Bang Dul.

It’s mean udah sejak Desember 2014 jalan bambu ini dibikin guys, sudah layaknya saja ada jalan yang rusak. Maka dari itu sangat dibutuhkan kecermatan dan berhati-hati selama trekking disini ya. Jangan pernah bayangkan trekking disini akan melewati jalan setapak yang landasannya tanah nan bagus. Terkadang kami harus melewati susunan bambu yang sudah rusak total, memegang akar pohon sebagai penyangga berat badan, mengarungi mata air yang sedikit licin, dan melewati sungai dengan tali agar tidak terbawa arus.

Jam 15:00 dilarang turun! Demi keselamatan ya guys :*
Jalur yang dibikin sejak Desember 2014 lalu
Hati-hati dalam melangkah ya guys. Foto by : @fahmiadimara
Jalurnya hanya setapak. Foto by : @fahmiadimara
Jangan lupa pake sepatu atau sendal trekking ya! Dan yang penting nyaman. Btw, Ini sedikit bukti kalau ada tangga bambu yang sudah rusak.
Memegang pegangan bambu ternyata sangat membantu saat trekking. Foto by : @fahmiadimara
Harus melewari aliran air terjun kecil dalam perjalanan. Foto by : @fahmiadimara

Ternyata perjuangan untuk bisa bercengkrama langsung dengan tetesan dari air terjun ini belum usai. Satu jam perjalanan melewati tebing curam, dan dinginnya air selama trekking. Akhirnya saya sampai juga di dataran yang memiliki papan petunjuk, ke arah kanan menuju Air Terjun Tumpak Sewu, ke arah kiri mengarahkan kami menuju goa tetes.

Penunjuk arah. Dari sini cuma 5 menit lagi kok sampe 🙂
Tebing Virgin 
Jalur sungainya termasuk licin, jadi harus lebih berhati-hati ya agar tidak tergelincir. 

Dalam perjalanan menuju air terjun, ternyata kami harus melewati tebing virgin. Dinamakan tebing virgin karena dua buah tebing yang mengapit jalur trekking disana berbentuk V. Setelah melewati tebing yang dinamakan tebing virgin maka kami harus menyebrangi sungai menggunakan tali. Anak sungai yang kami seberangi ternyata super licin, maka dari itu pastikan jika mau kesini menggunakan sendal/sepatu khusus trekking ya!

Setelah melewati anak sungai itu, maka sampai lah saya di titik terakhir dimana saya bisa melongok keindahaan tetesan surga Air Terjun Tumpak Sewu nan mempesona.

Air terjun tumpak sewu dari sisi di depan sungai
Air terjun tumpak sewu dari sisi kiri
Terlihat banyak tetesan air terjun disekitaran sini
Gak kalah keren kan view dibawah dengan view di panorama! Foto by : @sendy.a
Terlhat saya begitu kecil diantara air terjun yang super megah tersebut. Foto by : @sendy.a . NOTE: FOTO INI JANGAN DITIRU KALAU TIDAK MAHIR DAN YAKIN

12 Comments on “Melongok Keindahaan Serpihan Surga Air Terjun Tumpak Sewu nan Mempesona”

  1. Ndredeg lihat turunan anak tangga bambunya, tapi kok ya rugi kalau sampai sana hanya sekedar lihat di titik panorama tanpa turun ke bawah. Nice share, bro. Jadi mupeng ke sana. 🙂

    1. Yes bro, it’s a must sih kalau udah sampai kesana harus nyobain kebawah. Tapi kaya nya lebih gilak lagi jalur yang dari Malang, hampir vertikal turunannya hahaa.

  2. kemarin sempat mau kesini sama Almarhum cumilebay 🙁 cuma blm kesampean.

    Jadi penasaran se ngeri apa trek menuju ke Air Terjun ini, dilihat dr jalanan bambunya dan derasnya air kok cukup nantang banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *